
Penggunaan pressure gauge sendiri cukup luas banyak digunakan di bengkel hingga industri. Bagi mekanik maupun teknisi mungkin sudah terbiasa dengan alat tersebut, namun masih banyak yang belum tau apa itu pressure gauge.
Hal ini karena mengetahui fungs, cara kerja, dan cara menggunakannya dapat membantu pemula untuk menggunakan pressure gauge lebih maksimal. Untuk itu, simak penjelasan lebih lengkap di bawah ini.
Daftar Isi
Kenali Apa Itu Pressure Gauge
Pressure gauge adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tekanan fluida, baik gas maupun cairan, pada suatu sistem. Alat ini biasanya dipasang pada pipa, tangki, atau peralatan tertentu untuk memantau tekanan secara langsung melalui jarum penunjuk atau tampilan digital.
Perannya di berbagai komponen membuat penggunanya perlu mengetahui bagaimana cara membaca, menggunakannya dengan benar dan tepat. Langkah ini diperlukan untuk meminimalisir terjadinya risiko tekanan yang tidak sesuai.
Fungsi Pressure Gauge

Setiap alat memiliki fungsinya tersendiri begitu pula dengan fungsi pressure gauge. Fungsi utama alat ini adalah untuk mengetahui tekanan. Namun, terdapat fungsi lain yang mungkin tidak pengguna sadari. Berikut di antaranya.
Mengukur tekanan fluida
Tekanan fluida perlu diukur agar sistem dapat bekerja kondisi yang aman sesuai batas yang ditetapkan. Fungsi pressure gauge adalah membantu memantau kondisi tekanan secara langsung agar sistem tetap berjalan dengan baik.
Memantau kondisi tekanan pada sistem
Pressure gauge membantu memantau kondisi tekanan dalam suatu sistem secara langsung. Dengan mengetahui nilai tekanan yang ditampilkan, operator dapat memastikan sistem bekerja dalam batas tekanan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan operasional.
Mencegah kerusakan pada peralatan
Fungsi berikutnya pada pressure gauge adalah mencegah kerusakan pada alat-alat yang memerlukan pengukuran tekanan yang sesuai dengan spesifikasi. Dengan memantau tekanan secara berkala, risiko tekanan berlebih atau tekanan yang terlalu rendah dapat diketahui lebih cepat sehingga peralatan dapat tetap beroperasi dengan aman.
Mendukung keselamatan kerja
Mengetahui tekanan secara real-time meminimalisir terjadinya kebocoran akibat ledakan tekanan berlebihan bisa dihindarkan. Untuk itu penting mengetahui cara menggunakannya dengan tepat.
Cara Kerja Pressure Gauge
Cara kerja pressure gauge umumnya memanfaatkan perubahan tekanan yang terjadi pada fluida di dalam sistem. Ketika tekanan dari gas atau cairan masuk ke dalam alat, tekanan tersebut akan mendorong komponen mekanis di dalam pressure gauge sehingga terjadi pergerakan.
Pada jenis yang paling umum, yaitu Bourdon tube pressure gauge, tekanan fluida akan membuat pipa melengkung (bourdon tube) sedikit berubah bentuk. Perubahan bentuk ini kemudian diteruskan ke mekanisme roda gigi yang menggerakkan jarum penunjuk pada dial, sehingga nilai tekanan dapat dibaca secara langsung oleh pengguna.
Baca juga: Lengkap! Kenali 20 Jenis Kunci Bengkel dan Fungsinya
Jenis-Jenis Pressure Gauge

Umumnya pressure gauge memiliki beberapa jenis baik untuk penggunaan di bengkel mau industri. Berikut jenis-jenisnya yang mungkin belum pengguna ketahui
1. Bourdon Tube Pressure Gauge
memanfaatkan pipa melengkung (bourdon tube) yang akan berubah bentuk ketika menerima tekanan. Perubahan bentuk tersebut kemudian menggerakkan jarum penunjuk pada dial sehingga nilai tekanan dapat dibaca.
2. Digital Pressure Gauge
Digital pressure gauge menggunakan sensor elektronik untuk mengukur tekanan dan menampilkan hasilnya melalui layar digital. Jenis ini biasanya memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan lebih mudah dibaca karena nilai tekanan ditampilkan dalam bentuk angka.
3. Differential Pressure Gauge
Differential pressure gauge digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan antara dua titik dalam suatu sistem. Alat ini sering digunakan pada sistem filtrasi, ventilasi, maupun instalasi industri yang memerlukan pemantauan selisih tekanan.
4. Capsule Pressure Gauge
Capsule pressure gauge digunakan untuk mengukur tekanan rendah, terutama pada gas. Alat ini memanfaatkan kapsul tipis yang akan mengembang atau menyusut ketika terkena tekanan, sehingga pergerakan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pembacaan tekanan pada dial.
Cara Menggunakan Pressure Gauge

Penggunaan pressure gauge perlu dilakukan dengan benar agar hasil pengukuran tekanan dapat terbaca secara akurat. Selain itu, pemasangan yang tepat juga membantu menjaga alat tetap berfungsi dengan baik dalam jangka waktu lama.
Pasang di port tekanan
Pemakaian pressure gauge pada port atau titik pengukuran tekanan yang telah disediakan pada sistem, seperti pipa, tangki, atau kompresor. Pastikan sambungan terpasang dengan kuat untuk mencegah kebocoran.
Pastikan skala sesuai
Sebelum digunakan, pastikan rentang skala pada pressure gauge sesuai dengan tekanan kerja sistem. Hal ini penting agar pengukuran tetap akurat dan alat tidak mengalami kerusakan akibat tekanan yang terlalu tinggi.
Baca jarum tekanan
Setelah terpasang, tekanan pada sistem akan ditunjukkan melalui jarum penunjuk pada dial atau layar digital. Perhatikan nilai tekanan yang ditampilkan untuk memastikan sistem bekerja sesuai dengan kebutuhan.
Jangan melebihi batas maksimum
Hindari penggunaan pressure gauge pada tekanan yang melebihi batas maksimal alat. Tekanan berlebih dapat merusak komponen di dalam pressure gauge dan menyebabkan hasil pengukuran menjadi tidak akurat.
Bagaimana cara membaca pressure gauge?
Penggunaan pressure gauge sebenarnya mudah untuk dibaca dan digunakan. Pembacaan nilai tekanan pada pressure gauge dilakukan dengan memperhatikan posisi jarum penunjuk pada skala yang terdapat pada dial alat. Jarum tersebut akan bergerak mengikuti tekanan fluida yang masuk ke dalam sistem sehingga pengguna dapat mengetahui besaran tekanan yang sedang terjadi.
Skala pada pressure gauge biasanya menggunakan beberapa satuan tekanan seperti PSI (pound per square inch), bar, kg/cm², atau MPa (megapascal). Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami satuan yang digunakan agar nilai tekanan yang ditampilkan dapat dibaca dan diinterpretasikan dengan tepat.
![]()






