
Mengetahui setiap komponen pada sebuah alat tentu akan memudahkan pengguna dalam mengenal alat yang digunakan lebih baik. Salah satunya yaitu dengan mengenal bagian pompa submersible atau pompa air celup.
Jenis pompa celup sendiri beragam, mulai dari pompa untuk kebutuhan air kotor, limbah, kolam ikan, dan lainnya. Salah satu komponen pompa celup yang akan dibahas adalah jenis pompa celup untuk limbah.
Daftar Isi
- Bagian Pompa Submersible
- 1. Cable Connection
- 2. Thermal Protector
- 3. Head Cover (Cast Iron / FC-200)
- 4. Ball Bearing
- 5. Motor Frame (Cast Iron / FC-200)
- 6. Shaft (SUS / Stainless Steel)
- 7. Stator
- 8. Rotor
- 9. Mechanical Seal
- 10. Oil Bath
- 11. Oil Seal
- 12. Pump Case (Cast Iron / FC-200)
- 13. Impeller (Vortex Type / Thermoplastic)
- 14. Elbow Outlet
- 15. Ground Stand (Cast Iron / FC-200)
Bagian Pompa Submersible

Setiap pompa emiliki beberapa bagian atau komponennya agar dapat bergerak dan berfungsi sesuai spesifikasinya. Agar lebih paham mengenai setiap bagiannya, simak penjelasan berikut.
1. Cable Connection
Bagian pertama yaitu cable connection yang berfungsi sebagai jalur masuk listrik dari sumber daya ke motor pompa. Bagian ini dibuat kedap air agar aman saat pompa terendam penuh.
2. Thermal Protector
Komponen selanjutnya merupakan pengaman yang memutus arus listrik saat motor mengalami panas berlebih. Fungsi bagian ini mencegah terbakarnya motor akibat overload atau pemakaian secara terus-menerus.
3. Head Cover (Cast Iron / FC-200)
Penutup bagian atas motor yang melindungi komponen internal dari benturan dan tekanan. Material besi cor membuatnya kuat untuk aplikasi limbah dan area kerja berat.
4. Ball Bearing
Bagian penting selanjutnya adalah ball bearing yang membantu poros berputar lebih halus dan stabil. Komponen ini juga mengurangi gesekan agar umur motor lebih panjang.
5. Motor Frame (Cast Iron / FC-200)
Rangka utama yang menopang stator dan rotor di dalam motor. Selain kuat, bagian ini juga membantu pelepasan panas saat pompa bekerja. .Tanpa bagian ini, komponen internal tidak terlindungi dari tekanan air luar yang besar, yang dapat menyebabkan kebocoran atau kerusakan mekanis.
6. Shaft (SUS / Stainless Steel)
Poros yang meneruskan putaran dari motor ke impeller. Bahan stainless steel membuatnya tahan karat dan cocok untuk cairan pH 5–9.
Baca juga: Jangan Ketuker! Kenali Jenis-Jenis Pompa Celup dan Fungsinya
7. Stator
Bagian motor yang menghasilkan medan magnet saat dialiri listrik adalah stator. Adanya stator membuat medan magnet rotor bisa berputar.
8. Rotor
Komponen motor yang berputar mengikuti medan magnet dari stator. Putaran rotor inilah yang menjadi sumber tenaga pemompaan.
9. Mechanical Seal
Selanjutnya ada bagian mechanical seal yang mencegah air atau limbah masuk ke ruang motor. Komponen ini sangat penting pada pompa celup agar motor tetap kering.
10. Oil Bath
Ruang berisi oli yang melumasi dan mendinginkan mechanical seal umumnya disebut oil bath. Dengan oil bath, seal jadi lebih awet meski pompa bekerja berat.
11. Oil Seal
Seal tambahan untuk menahan oli agar tidak bocor keluar. Juga membantu mencegah cairan masuk ke area motor.
12. Pump Case (Cast Iron / FC-200)
Rumah impeller sekaligus jalur aliran cairan. Dibuat dari besi cor agar tahan terhadap tekanan dan partikel limbah.
13. Impeller (Vortex Type / Thermoplastic)
Bagian yang mengalirkan dan mendorong cairan keluar dari pompa. Tipe vortex memungkinkan partikel kotoran lewat tanpa mudah menyumbat.
14. Elbow Outlet
Saluran keluaran berbentuk siku untuk mengarahkan aliran air ke pipa atau selang. Desain ini memudahkan instalasi di lapangan.
15. Ground Stand (Cast Iron / FC-200)
Kaki penopang agar pompa berdiri stabil di dasar permukaan. Membantu menjaga posisi pompa saat digunakan di lumpur atau dasar tidak rata.
![]()






