
Pengecoran menjadi hal yang krusial saat pembangunan karena menjadi salah satu penentu kekuatan bangunan. Penggunaan vibrator beton saat pengecoran pun tidak bisa asal, pengguna harus mengetahui cara menggunakan vibrator beton yang tepat agar hasil yang diinginkan sesuai keinginan.
Seperti layaknya mesin yang lainnya, penggunaan vibrator yang tepat tidak hanya berpengaruh pada hasil tapi pada saat digunakan; Agar lebih jelas, berikut penjelasan mengenai cara menggunakan alat getar untuk cor yang benar.
Cara Menggunakan Vibrator Beton

Terdapat beberapa langkah penggunaan vibrator beton yang benar dan tepat.Penggunaan yang sesuai prosedur membantu beton menjadi lebih padat dan tidak mudah mengalami keropos
1. Persiapan
Pastikan vibrator beton dalam kondisi baik dan tidak ada kabel atau selang yang rusak. Periksa sumber daya listrik atau mesin penggerak sebelum digunakan. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu safety untuk menjaga keamanan kerja.
2. Nyalakan alat
Langkah pertama yaitu nyalakan vibrator beton sesuai petunjuk penggunaan pada unit. Pastikan mesin atau motor berfungsi normal tanpa suara yang tidak wajar. Pegang alat dengan posisi stabil sebelum mulai menggetarkan beton.
3. Lakukan getaran secara merata
Masukkan kepala vibrator ke dalam beton secara tegak lurus. Lakukan getaran di beberapa titik dengan jarak yang teratur agar hasilnya merata. Pastikan seluruh area coran mendapatkan getaran yang cukup.
4. Perhatikan durasi di setiap titik
Getarkan beton selama beberapa detik di setiap titik hingga gelembung udara berkurang. Jangan terlalu lama di satu titik karena bisa menyebabkan pemisahan material. Cukup pastikan beton terlihat lebih padat sebelum berpindah ke titik berikutnya.
5. Hindari menyentuh tulangan terlalu keras
Usahakan kepala vibrator tidak menghantam besi tulangan secara berlebihan. Benturan keras dapat merusak posisi tulangan atau alat itu sendiri. Arahkan alat dengan hati-hati agar tetap efektif tanpa mengganggu struktur.
6. Tarik alat perlahan setelah selesai
Langkah terakhir adalah tarik kepala vibrator secara perlahan agar tidak meninggalkan rongga pada beton. Hindari menarik alat terlalu cepat karena bisa menyebabkan lubang kosong. Setelah selesai, matikan alat dan bersihkan sebelum disimpan.
Baca juga: Kenali Fungsi Vibrator Beton dan Jenisnya
Kesalahan Saat Menggunakan Vibrator Beton

Saat menggunakan vibrator beton, terkadang beberapa pengguna melakukan kesalahan ketika menggunakannya.Dengan mengetahui setiap kesalahan yang umum dilakukan dapat meminimalisir hasil yang kurang optimal nantinya.
1. Terlalu Lama di Satu Titik
Menggetarkan beton terlalu lama di satu titik dapat menyebabkan segregasi atau pemisahan material. Agregat kasar bisa turun ke bawah sementara air dan semen naik ke permukaan. Akibatnya, kualitas dan kekuatan beton menjadi tidak maksimal.
2. Tidak Merata Saat Menggetarkan
Getaran yang tidak merata membuat sebagian area masih menyimpan rongga udara. Hal ini dapat menimbulkan keropos pada struktur beton. Pastikan setiap bagian coran mendapatkan getaran yang cukup dan merata.
3. Menarik Alat Terlalu Cepat
Menarik vibrator terlalu cepat bisa meninggalkan rongga di dalam beton. Rongga tersebut berpotensi melemahkan struktur setelah beton mengeras. Tarik alat secara perlahan agar beton tetap padat dan menyatu.
4. Bekisting Tidak Kuat
Bekisting yang kurang kokoh dapat bergeser atau bocor saat proses penggetaran berlangsung. Getaran dari alat bisa memberikan tekanan tambahan pada sisi bekisting. Pastikan bekisting terpasang kuat sebelum proses pengecoran dan penggetaran dimulai.
5. Waktu Penggetaran Tidak Tepat
Penggetaran yang dilakukan terlalu cepat sebelum beton cukup stabil bisa mengurangi efektivitasnya. Sebaliknya, jika dilakukan saat beton mulai mengeras, hasilnya tidak akan maksimal. Lakukan penggetaran segera setelah beton dituang agar hasilnya optimal
![]()






