Kenali Jenis-Jenis APAR dan Cara Mudah Menggunakannya

APAR menjadi salah satu alat yang sering dijumpai di berbagai tempat. Warnanya yang mencolok, membuat alat ini mudah ditemukan. Jenis-jenis APAR sendiri berbeda-beda tergantung sumber api berasal. 

Pengetahuan tentang alat ini sangat penting untuk mencegah kepanikan dan meminimalisir kebakaran menjadi lebih besar. Hal ini karena masih banyak yang belum tau apa saja jenis, cara menggunakan, dan kesalahan umum saat menggunakannya. Untuk itu, simak penjelasannya.

Apa Arti APAR?

Banyak yang masih belum mengetahui apa arti APAR sebenarnya. Alat Pemadam Api Ringan atau APAR adalah perangkat pemadam kebakaran ringan dan mudah gunakan untuk satu orang. Tujuannya untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum kebakaran membesar.

Penempatan APAR juga tidak bisa sembarangan, biasanya diletakkan di area berisiko tinggi (ruang mesin, dapur, panel listrik), jalur evakuasi & area terbuka untuk penempatannya sendiri idealnya setiap 15 meter terutama jika ruangannya luas. Selain itu, penempatan APAR di dalam kendaraan seperti mobil, truk, bis, dan lainnya sangat diperlukan. 

Kategori Kebakaran Berdasarkan Golongannya

Pict by Canva.com

Berdasarkan peraturan yang ditetapkan Permenaker No. Per-04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan pasal 2 yang menjelaskan tentang kategori kebakaran berdasarkan kelasnya. 

Kebakaran Kelas A

Untuk kategori kelas A kebakaran ini melibatkan bahan padat non logam seperti kertas, kayu, dan kain. Umumnya penangan untuk golongan ini Anda bisa menggunakan jenis APAR air, Apar Busa, Aatau APAR dry chemical powder.

Kebakaran Kelas B

Kategori untuk kelas B merupakan kebakaran yang melibatkan bahan cair atau gas yang mudah terbakar seperti bensin, oli, dan gas. Penangan atau jenis APAR yang tepat yaitu menggunakan APAR dry Chemical powder atau APAR CO₂.

Kebakaran Kelas C

Kebakaran kategori ini biasanya berasal dari instalasi atau perakitan listrik yang masih bertegangan. Penanganannya sendiri menggunakan alat pemadam yang tepat yaitu dengan jenis APAR dry chemical powder atau APAR CO₂.

Kebakaran Kelas D

Selanjutnya kebakaran golongan D umumnya melibatkan logam reaktif seperti magnesium dan aluminium. Khusus untuk golongan ini penangannya memerlukan APAR khusus kelas D dan tidak dapat dipadamkan dengan jenis pemadam umum.

Jenis-Jenis APAR dan Fungsinya

Jenis-Jenis APAR
Pict by Canva.com

 

Meskipun terlihat serupa, nyatanya setiap APAR memiliki isian berbeda-beda tergantung jenis pemicunya. Masih banyak yang belum tahu, sebenarnya apa saja 4 jenis APAR yang umum digunakan. Simak penjelasan berikut.

1. APAR Air (Water)

Jenis pertama adalah APAR yang menggunakan media berupa  cairan untuk menurunkan suhu sumber api dan memadamkan kebakaran golongan A. Biasanya untuk golongan A sering ditemukan di rumah, perkantoran, sekolah, dan gudang.

2. APAR Foam (AFFF)

Media di dalamnya berupa busa atau foam yang bekerja dengan  cara menutup permukaan bahan yang terbakar. Kondisi ini mencegah kebakaran dengan oksigen. Jenis alat cocok digunakan untuk golongan A dan B, terutama pada cairan mudah terbakar. Namun, tidak disarankan untuk kebakaran listrik yang aktif.

3. APAR Dry Chemical Powder (Serbuk Kimia Kering)

Sesuai anjuran Permenaker, jenis APAR yang selanjutnya adalah menggunakan serbuk kimia kering yang berfungsi untuk memutus reaksi kimia api sehingga sifat lebih multifungsi. Jenis APAR ini efektif untuk kebakaran golongan A, B, dan C. Bisa digunakan pada kendaraan, gudang, dan area kerja umum. Namun, residu yang dihasilkan dari  tipe ini mengotori dan berpotensi merusak peralatan tertentu.

4. APAR Karbon Dioksida (CO₂)

Berbeda-beda dengan jenis-jenis APAR sebelumnya, jenis kali ini berupa karbon dioksida (CO₂). Media ini dapat memadamkan api dengan cara mengurangi kadar oksigen di sekitar sumber api tanpa meninggalkan bekas risidu. Bisa digunakan untuk kebakaran golongan B dan C khusus yang berurusan dengan listrik, mesin, dan perangkat elektronik.

Cara Menggunakan APAR yang Benar 

Jenis-jenis apar
Cara Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan

Setelah mengetahui golongan kebakaran berikut beberapa langkah cara mudah menggunakan APAR atau fire extinguisher. Terdapat empat langkah penggunaan APAR yang dikenal dengan metode TATA atau PASS.

  • T – Tarik pin pengaman (Pull)
    Tarik pin di bagian atas APAR supaya alat bisa digunakan.
  • A – Arahkan ke sumber api (Aim)
    Arahkan selang atau ujung APAR ke bagian bawah api, bukan ke nyala apinya langsung.
  • T – Tekan tuas APAR (Squeeze)
    Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR.
  • A – Ayunkan ke kanan dan kiri (Sweep)
    Ayunkan semprotan ke kanan dan kiri sampai api padam.

Kesalahan Umum Menggunakan APAR atau Fire Extinguisher

Selain mengetahui jenis-jenis APAR dan cara menggunakan pastikan untuk meminimalisir risiko saat digunakan. Hal ini karena APAR terlihat mudah dilakukan. Namun, beberapa orang masih melakukan kesalahan umum saat menggunakannya.

1. Tidak mencabut pin pengaman

Banyak orang langsung menekan tuas tanpa mencabut pin. Akibatnya, APAR tidak menyemprot sama sekali saat dibutuhkan. Saat kebakaran terjadi tetap tenang agar dapat mengikuti instruksi dengan benar

2. Salah mengarahkan semprotan

Semprotan sering diarahkan ke nyala api bagian atas. Padahal, yang benar adalah menyemprot ke pangkal sumber api agar api cepat padam. 

3. Jarak menyemprot tidak tepat

Menyemprot terlalu dekat bisa berbahaya bagi pengguna. Sementara itu, jarak yang terlalu jauh membuat daya semprot APAR tidak efektif.

4. Menggunakan jenis APAR yang tidak sesuai

Setiap APAR memiliki fungsi berbeda sesuai kelas kebakaran. Jika salah memilih, api bisa tidak padam atau malah semakin berisiko.

5. Memaksakan memadamkan api yang sudah membesar

APAR hanya dirancang untuk kebakaran kecil atau awal. Jika api sudah membesar, langkah paling aman adalah segera menjauh dan melakukan evakuasi.

Perawatan dan Masa Berlaku APAR

Pict by Canva.com

APAR perlu dirawat secara rutin agar selalu siap digunakan saat kondisi darurat. Perawatan sederhana bisa membantu memastikan tekanan, isi, dan kondisi fisik APAR tetap optimal. Dengan pengecekan berkala, risiko APAR gagal berfungsi bisa diminimalkan. Mengingat jeni-jenis APAR beragam, pastikan untuk memeriksa perawatan dan masa berlakunya. 

Cara Cek Tekanan APAR

Tekanan alat ini  bisa dilihat dari indikator jarum pada manometer. Pastikan jarum berada di area hijau yang menandakan tekanan masih normal. Jika jarum berada di area merah atau tidak bergerak, APAR perlu segera diperiksa atau diisi ulang.

Masa Kedaluwarsa 

Biasanya alat ini memiliki masa berlaku yang berbeda tergantung jenis medianya. Umumnya, masa kedaluwarsa tercantum pada tabung atau label APAR. Jika sudah melewati masa tersebut, APAR sebaiknya diservis atau diganti agar tetap aman digunakan.

Jadwal Inspeksi Ringan 

Inspeksi ringan sebaiknya dilakukan minimal satu kali dalam sebulan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik tabung, segel pengaman, dan tekanan APAR. Inspeksi rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum APAR benar-benar dibutuhkan

Loading