Kenali Jenis Las Argon yang Umum Digunakan

Masih banyak yang belum mengetahui sebenarnya jenis las argon sendiri memiliki beberapa ciri khusus yang mungkin belum disadari penggunanya. Mulai dari ciri-ciri karakteristiknya hingga jenis-jenisnya.

Untuk itu,mengenali jenis dan ciri kawat las argon dapat meminimalisir saat proses pengelasan berlangsung. Lebih lengkapnya, simak penjelasan mengenai tentang jenis kawat las dan yang lainnya.

Apa Itu Kawat Las Argon

Kawat las argon adalah kawat pengisi yang digunakan pada saat pengelasan berlangsung dengan pelindung gas argon yang membantu membentuk sambungan las yang lebih bersih, stabil, dan terkontrol saat digunakan penggunanya.

Biasanya jenis kawat las argon digunakan pada pengelasan material tertentu yang membutuhkan tingkat presisi dan kualitas hasil las yang lebih tinggi. Penggunaannya umum dijumpai pada pekerjaan yang menuntut hasil sambungan rapi serta minim percikan.

Ciri-Ciri Kawat Las Argon 

Mengetahui ciri-ciri kawat las argon membantu pengguna menyesuaikan jenis kawat dengan material yang akan dilas. Dengan begitu, hasil sambungan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang diharapkan

Digunakan pada Proses Las TIG (GTAW)

Kawat las argon digunakan pada proses las TIG yang mengandalkan gas argon sebagai pelindung area las. Proses ini memungkinkan pengelasan berlangsung lebih stabil dan terkontrol. Karena itu, jenis kawat yang digunakan harus sesuai dengan karakter proses TIG.

Berbentuk Batang Lurus (Rod)

Ciri lain kawat las argon adalah bentuknya yang lurus menyerupai batang. Bentuk ini memudahkan pengguna saat memasukkan kawat secara manual ke area las. Selain itu, bentuk batang juga membantu kontrol pengisian logam agar hasil las lebih rapi.

Diameter Bervariasi

Kawat las argon tersedia dalam berbagai pilihan diameter, seperti 1,6 mm, 2,0 mm, hingga 2,4 mm. Perbedaan diameter ini menyesuaikan kebutuhan ketebalan material dan arus las yang digunakan. Semakin tebal material, biasanya dibutuhkan kawat dengan diameter yang lebih besar.

Tidak Menghasilkan Terak (Slag)

Pada proses las argon, kawat las tidak menghasilkan terak seperti pada las elektroda. Hal ini membuat hasil sambungan terlihat lebih bersih tanpa perlu proses pembersihan tambahan. Kondisi tersebut juga memudahkan pemeriksaan kualitas hasil las secara visual.

Baca juga: Kenali Jenis Kawat Las untuk Kebutuhan Bengkel dan Industri

Jenis Kawat Las Argon dan Fungsinya

Terdapat beberapa jenis las argon yang umum digunakan para welder saat melakukan pengelasa. Mengetahui jenis ini mempermudah pengguna awam dalam mengenalinya.

Kawat Las Argon Baja Karbon

Kawat las argon baja karbon biasanya menggunakan kode ER70S, seperti ER70S-6. Jenis ini dipakai untuk mengelas baja karbon yang umum digunakan pada rangka, dudukan, dan pekerjaan bengkel harian. Karakternya mudah digunakan dan menghasilkan sambungan yang cukup kuat.

Kawat Las Argon Stainless Steel

Untuk material stainless steel, kawat las argon yang sering digunakan adalah ER308L, ER309L, dan ER316L. Pemilihannya menyesuaikan jenis stainless yang dilas agar hasil sambungan tetap rapi dan tahan karat. Kawat ini banyak dipakai pada pekerjaan yang membutuhkan tampilan bersih dan presisi.

Kawat Las Argon Aluminium

Jenis las argon  aluminium umumnya menggunakan kode ER4043 atau ER5356. Jenis ini digunakan untuk pengelasan aluminium dan paduannya pada bodi atau komponen ringan. Penggunaan kawat yang sesuai membantu hasil las lebih stabil dan minim cacat.

Kawat Las Argon Baja Paduan (Alloy Steel)

Kawat las argon baja paduan digunakan untuk material dengan kandungan khusus yang membutuhkan kekuatan tambahan. Jenis ini biasanya dipakai pada komponen mesin atau struktur tertentu. Pemilihannya perlu disesuaikan agar sifat material tetap terjaga setelah dilas.

Loading