
Setiap insiden selalu memiliki penyebab, baik dari faktor manusia, lingkungan, maupun sistem pengawasannya. Penyebab kecelakaan kerja yang bermacam-macam ini umumnya saling berkaitan satu sama lain.
Sering kali sudah terdapat beberapa tanda seperti pekerja yang mengabaikan APD (Alat Pelindung Diri) atau area yang kurang terpantau pengawasannya. Untuk itu mengenali penyebab dan cara pencegahannya dapat meminimalisir kejadian tersebut.
Apa Itu Kecelakaan Kerja?
Kecelakaan kerja adalah peristiwa tidak terduga yang terjadi saat seseorang melakukan aktivitas pekerjaan dan mengakibatkan cedera, gangguan kesehatan, kerusakan peralatan, atau bahkan kematian. Insiden ini dapat terjadi di berbagai lingkungan kerja, mulai dari proyek konstruksi, gudang, pabrik, hingga perkantoran.
Dalam regulasi ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi aspek yang wajib diperhatikan oleh setiap perusahaan untuk melindungi tenaga kerja dari risiko tersebut.
Penyebab Kecelakaan Kerja

Mengenali berbagai pemicu kecelakaan kerja merupakan langkah awal dalam mencegah terjadinya insiden di tempat kerja. Dengan memahami faktor-faktor yang dapat memicu kecelakaan, perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan secara lebih terarah dan efektif.
Tidak Ada Sistem K3 yang Jelas
Tanpa sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terstruktur, pekerja hanya mengandalkan kebiasaan. SOP yang tidak terdokumentasi, pelatihan yang jarang dilakukan, serta pembagian tanggung jawab yang tidak jelas membuat risiko sulit dikendalikan sejak awal.
Pengawasan Lemah
Aturan keselamatan tidak akan efektif jika tidak diawasi secara konsisten. Ketika pelanggaran seperti tidak memakai APD dibiarkan, lama-kelamaan hal tersebut dianggap normal dan membentuk budaya kerja yang abai terhadap keselamatan.
Tidak Ada Evaluasi & Audit Keselamatan
Tanpa evaluasi secara rutin, potensi bahaya tidak terdeteksi lebih awal. Insiden kecil atau near miss yang tidak dianalisis bisa berulang.Padahal, kejadian hampir celaka sering menjadi sinyal awal adanya celah dalam prosedur kerja, penggunaan alat, maupun pengawasan di lapangan.
Faktor Mesin dan Peralatan
Peralatan yang tidak dirawat, mesin tanpa pelindung, atau alat yang digunakan tidak sesuai fungsi dapat meningkatkan risiko cedera. Perawatan berkala dan pengecekan sebelum digunakan sangat penting untuk meminimalkan bahaya.
Faktor Human Error
Kelalaian seperti tidak menggunakan APD, kurang fokus, atau bekerja dalam kondisi lelah sering menjadi pemicu kecelakaan. Namun dalam banyak kasus, human error muncul akibat tekanan kerja, kurangnya pelatihan, atau pengawasan yang tidak konsisten.
Cara Pencegahan Kecelakaan Kerja

Tanpa perencanaan, pengawasan, dan perlengkapan keselamatan yang memadai, potensi bahaya akan selalu ada. Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya saat insiden sudah terjadi.
Gunakan APD Sesuai Ketentuan dan Jenis Pekerjaan
Penggunaan alat pelindung diri (APD) harus disesuaikan dengan risiko pekerjaan. Area konstruksi memerlukan helm dan sepatu safety, pekerjaan pemotongan membutuhkan kacamata serta sarung tangan pelindung, sementara kerja di ketinggian memerlukan sistem pengaman seperti body harness.
Perkuat Pengawasan di Lapangan
Pengawasan yang konsisten memastikan aturan keselamatan benar-benar dijalankan. Supervisor perlu melakukan pengecekan rutin terhadap kepatuhan penggunaan APD, kondisi alat, serta prosedur kerja. Tanpa pengawasan, pelanggaran kecil bisa menjadi kebiasaan yang berisiko besar.
Kurangi Tekanan yang Memicu Human Error
Tekanan target, jam kerja berlebihan, dan kelelahan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya human error. Perusahaan perlu mengatur beban kerja secara wajar, menyediakan waktu istirahat yang cukup, serta memastikan pekerja dalam kondisi fit sebelum memulai pekerjaan.
Pastikan Peralatan dan Area Kerja Aman
Pemeriksaan wajib dilakukan terutama pada peralatan maupun area kerja. Pastikan peralatan diperiksa secara berkala dan dirawat sesuai jadwa. Area kerja juga perlu dijaga agar rapi bebas dari tumpukan cairan dengan pencahayaan memadai. Lingkungan yang tertata baik dan mengurangi potensi kecelakaan.
![]()





