Lengkap! Kenali Komponen Mesin Las Listrik dan Fungsinya

Komponen Mesin Las Listrik
Pict by Freepik.com

Mesin las listrik adalah alat yang memanfaatkan arus listrik untuk menciptakan panas tinggi guna melebur dan menyatukan logam. Dibalik kemampuannya, terdapat berbagai komponen mesin las listrik yang bekerja sama untuk memastikan pengelasan berjalan lancar, aman, dan efisien

Memahami bagian-bagian mesin las listrik sangat penting, baik bagi pemula maupun profesional, agar dapat menggunakannya dengan optimal dan merawatnya dengan baik. Kali ini akan menjelaskan mengenai komponen mesin las listrik dan fungsinya. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut. 

9 Bagian Mesin Las Listrik dan Fungsinya

Gambar mesin las dan komponennya. YT: Anak Agung Duwi Arsana

Mesin las listrik terdiri dari berbagai komponen yang memiliki peran penting dalam proses pengelasan. Berikut beberapa komponen mesin listrik ini dapat membantu Anda lebih baik mengenai mesin las listrik.

Saklar power

Salah satu komponen  las listrik yang pertama dibahas yaitu saklar power. Komponen ini berfungsi untuk menyalakan dan juga mematikan mesin las. Letaknya biasanya di bagian depan atau samping mesin agar mudah dijangkau. Dengan adanya saklar ini, pengguna dapat mengontrol aliran listrik ke mesin las secara praktis. 

Indikator daya 

Lampu kecil pada mesin las listrik yang menunjukkan mesin sedang dalam kondisi menyala atau tidak. Biasanya, indikator ini akan menyala saat mesin dihidupkan dan mati ketika mesin dimatikan. Fungsinya sangat penting sebagai tanda visual bagi pengguna mesin las listrik agar dapat memastikan apakah mesin siap digunakan atau tidak. Hal ini karena jika daya indikator bermasalah perlu pengecekan lebih lanjut sebelum pengoperasian.

Kontrol pengelasan 

Biasanya tombol untuk mengatur daya atau kontrol pengelasan ini bervariasi ada yang jumlahnya satu hingga tiga. Jika terdapat tiga tombol  pada mesin las yang mengatur Voltage (tegangan), Current (arus), dan Inductance (induktansi).

Namun, jika mesin las hanya punya satu tombol kontrol, biasanya tombol tersebut berfungsi untuk mengatur arus listrik atau daya pengelasan. Memungkinkan operator untuk menyesuaikan karakteristik listrik busur las seperti bentuk, panas, penetrasi, dan kestabilan.

Terminal kabel elektroda

Umumnya Terminal kabel elektroda memiliki fungsi sebagai tempat menghubungkan kabel elektroda yang akan menghantarkan arus listrik ke kawat las. Posisi terminal kabel elektroda biasanya terletak pada depan atau samping mesin las, dekat terminal kabel massa. Biasanya, terminal ini memiliki tanda atau warna yang membedakannya dari terminal lainnya untuk memudahkan pemasangan elektroda dengan benar. 

Terminal kabel massa

Komponen ini terhubung ke benda kerja melalui kabel massa dan klem. Bagian ini memastikan sirkuit listrik tertutup dengan baik. Biasanya, terminal kabel massa terletak berdekatan dengan terminal elektroda, sering kali diberi tanda atau warna khusus agar mudah dibedakan. Sambungan yang baik pada terminal ini sangat penting untuk menghasilkan busur listrik yang stabil selama proses pengelasan.

Kipas pendingin

Komponen mesin las listrik berikutnya adalah kipas pendingin. Saat mesin las bekerja, komponen internalnya bisa mengalami peningkatan suhu yang signifikan. Kipas ini berfungsi membantu mengalirkan udara dan mencegah mesin dari overheat. Posisi kipas pendingin sendiri biasanya berada pada bagian belakang atau samping mesin.

Sistem proteksi panas

Proteks panas sendiri berfungsi mencegah mesin las mengalami overheat selama penggunaan. Komponen ini biasanya terdiri dari sensor suhu dan mekanisme pemutus otomatis yang akan mengehentikan aliran listrk jika suhu mencapai batas tertentu.

Power supply (Catu Daya)

Komponen mesin las listrik ini mengompresi daya listrik dari sumber eksternal menjadi arus yang sesuai untuk proses pengelasan. Tanpa catu daya yang stabil, mesin las tidak akan dapat menghasilkan busur listrik yang optimal.Power supply ini dapat berupa arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC), tergantung pada jenis mesin las yang digunakan. 

Body mesin las

Bagian body mesin las sendiri biasanya terbuat dari baja atau logam campuran yang kuat dan tahan panas. Material ini dipilih karena lebih mampu melindungi komponen internal dari benturan, debu, dan panas berlebih saat mesin beroperasi. Namun, beberapa mesin las listrik juga menggunakan plastik tahan panas pada bagian tertentu untuk mengurangi berat. 

Baca juga: Ketahui Definisi, Fungsi, dan Rekomendasi Mesin Las

3 Masalah Umum Pada Mesin Las

pict by Canva.com

Terdapat beberapa masalah umum yang sering dijumpai ketika menggunakan mesin las. Penting untuk mengetahui apa saja masalah umum yang ditemui pengguna mesin las listrik baik kerusakan internal maupun eksternal.  Berikut tiga  masalah umum pada mesin las 

Panas berlebihan pada mesin

Kondisi panas berlebih pada mesin las biasanya terjadi karena penggunaan yang berlebihan. Penyebabnya karena duty cycle melewati ventilasi yang buruk. Kondisi ini membuat komponen internal bekerja lebih keras yang membuat suhu naik drastis. Jika dibiarkan mesin bisa auto mati atau merusak bagian internal

Arus yang tidak stabil

Penyabab daya yang kurang bisa menyebabkan busur listrik tidak terbentuk dengan baik sehingga mengganggu proses pengelasan. Kondisi ini sering muncul saat tegangan turun atau tidak konsisten, terutama pada instalasi listrik yang kurang memadai. Akibatnya, hasil las bmenjadi kurang rapi, poros, atau bahkan elektroda lengket karena panas yang tidak ideal

Kabel elektroda yang longgar

Situasi ini menghambat arus ke elektroda sehingga panas tidak tersalurkan secara optimal. Hal tersebut membuat busur api sulit stabil, percikan bisa berlebih, akhirnya membuat hasil las kurang kuat.

Perawatan Mesin Las Listrik 

Pict by Canva.com

Agar mesin las listrik tetap bekerja dengan optimal, perawatan rutin sangat diperlukan. Salah satu langkah penting adalah membersihkan bagian luar dan dalam mesin secara berkala. Debu dan kotoran yang menumpuk dapat menghambat sirkulasi udara, menyebabkan mesin cepat panas.

Pemeriksaan kabel dan konektor juga tidak boleh diabaikan. Kabel elektroda dan kabel massa harus selalu dalam kondisi baik tanpa ada kerusakan atau keausan. Selain itu, gunakan mesin sesuai kapasitasnya dan hindari pemakaian berlebihan agar komponen internal tidak cepat rusak.

Kesimpulan

Memahami bagian-bagian mesin las listrik dan fungsinya dapat memaksimalkan pekerjaan Anda dalam menggunakan mesin las listrik. Selain mengetahui fungsi dan bagian-bagiannya. Anda juga dapat mengetahui masalah apa yang sering ditemui pengguna mesin las listrik dan juga perawatannya.

Rekomendasi mesin las listrik berbagai merk dapat Anda temukan dengan mudah melalui website Indoteknik

Loading