Kejadian kebakaran umumnya tidak terjadi begitu saja. Umumnya, penyebab kebakaran sendiri dipicu dengan 3 unsur seperti sumber panas, bahan bakar, dan oksigen yang umumnya menyulut terjadi kebakaran.
Namun, saat di tempat kerja ada beberapa hal dan tempat yang perlu diperhatikan dapat memicu kebakaran. Biasanya, untuk beberapa area perusahaan memiliki tempat yang memiliki risiko kebakaran di urusan kelistrikan, gudang, maupun area lainnya. Lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut.
Daftar Isi
Penyebab kebakaran yang sering terjadi

Risiko kebakaran pada area kerja umumnya bermacam-macam, mulai dari penggunaan peralatan listrik, mesin, bahan mudah terbakar, dan lainnya. Pemicu ini pada dasarnya menjadi pemantik terjadinya kebakaran di area kerja, lebih spesifiknya berikut penyebab kebakaran di tempat kerja.
Korsleting listrik
Pemicu umum terjadinya kebakaran adalah adanya korsleting listrik. Instalasi listrik yang bermasalah, kabel rusak, sambungan longgar, atau penggunaan daya melebihi kapasitas bisa memicu korsleting.
Peralatan atau mesin mengalami overheating
Penggunaan mesin secara terus-menerus tanpa perawatan yang memadai bisa membuat suhu meningkat secara berlebihan. Kondisi ini semakin berisiko jika terdapat bahan yang mudah terbakar di sekitar mesin.
Kebocoran bahan bakar/gas
Bensin, solar, LPG, dan bahan bakar lainnya memiliki sifat mudah terbakar. Ketika terjadi kebocoran dan uapnya bertemu sumber panas atau percikan api, kebakaran bahkan ledakan bisa terjadi.
Percikan api dari pengelasan atau pemotongan
Saat melakukan pengelasan biasanya menghasilkan panas dan juga percikan api. Jika percikan mengenai material yang mudah terbakar di sekitar area hal ini tentu bisa jadi pemicu untuk terjadinya kebakaran.
Penyimpanan bahan mudah terbakar yang tidak tepat
Area kerja seperti gudang atau laboratorium menjadi salah satu tempat yang sering kali menjadi sumber kebakaran jika terdapat bahan mudah terbakar. Contoh material seperti cat, kardus, oli, atau bahan yang mudah terbakar, hingga bahan kimia tertentu perlu disimpan di tempat aman jika tidak dapat meningkat risiko kebakaran.
Merokok di area yang dilarang
Kegiatan merokok di lokasi yang tidak sesuai bisa menjadi salah stau pemicunya kebakaran. Bara pada rokok atau puntung yang belum sepenuhnya padam bisa menyulut kertas, kain, hingga material mudah terbakar lainnya.
Kelalaian manusia
Kejadian kebakaran bisa terjadi juga akibat kelalaian manusia. Biasanya kelalaian seperti lupa mematikan peralatan listrik, membuang puntung rokok sembarangan, hingga mengabaikan prosedur keselamatan.
5 Langkah Saat TerjadI Kebakaran

Normalnya setiap kantor atau tempat kerja memiliki simulasi jika terjadi kebakaran pada area kerja. Namun, agar lebih siap menghadapi situasi sebenarnya, setiap pekerja tetap perlu memahami tindakan dasar yang harus dilakukan saat api mulai muncul.
Nyalakan alarm
Saat melihat api atau asap, segera aktifkan alarm kebakaran agar orang-orang di sekitar mengetahui adanya kondisi berbahaya. Peringatan dini membantu proses evakuasi dilakukan lebih cepat.
Laporkan kondisi darurat
Setelah alarm aktif, segera laporkan lokasi kebakaran kepada petugas keamanan, tim tanggap darurat, atau penanggung jawab di lokasi. Informasi yang jelas akan membantu proses penanganan berlangsung lebih cepat dan terarah.
Gunakan APAR jika kondisi memungkinkan
Jika api masih kecil dan kondisi masih aman, lakukan pemadaman awal menggunakan APAR yang sesuai. Pastikan tetap berada dekat jalur keluar dan jangan memaksakan diri apabila api mulai membesar atau asap semakin tebal.
Lakukan evakuasi
Apabila api tidak dapat dikendalikan, segera tinggalkan area melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Tetap tenang, jangan menggunakan lift, dan hindari kembali ke area berbahaya untuk mengambil barang pribadi.
Menuju Titik Kumpul
Setelah berhasil keluar dari bangunan, langsung menuju titik kumpul atau assembly point. Di lokasi ini biasanya dilakukan pengecekan untuk memastikan seluruh pekerja atau penghuni telah berhasil dievakuasi dengan aman.
Peralatan Pemadam Kebakaran yang Perlu Tersedia di Area Kerja
Selain memahami prosedur evakuasi, tempat kerja juga perlu dilengkapi dengan peralatan yang dapat membantu menghadapi risiko kebakaran.
- APAR: digunakan untuk melakukan pemadaman awal ketika api masih kecil dan kondisi masih memungkinkan untuk ditangani.
- Alarm dan Detektor Asap: Peralatan ini membantu memberikan peringatan lebih awal agar penghuni dapat segera melakukan evakuasi.
- Hydrant: Menyediakan suplai air dalam jumlah besar untuk membantu proses pemadaman ketika kebakaran mulai berkembang.
- Pompa Air: pompa membantu mengalirkan dan menjaga suplai air yang dibutuhkan dalam sistem pemadam berbasis air. Untuk sistem hydrant atau sprinkler, umumnya digunakan fire pump dengan spesifikasi khusus.
- Sprinkler: bekerja secara otomatis untuk menyemprotkan air ketika mendeteksi suhu tertentu akibat kebakaran.
- Rambu dan Lampu Darurat: Rambu serta lampu darurat membantu menunjukkan jalur keluar dan titik evakuasi ketika kondisi mulai sulit terlihat
![]()





