5 Perbedaan Fall Arrest dan Fall Restraint yang Wajib Diketahui

Perbedaan Fall Arrest dan Fall RestraintPembahasan seputar keselamatan saat bekerja diketinggian memang tidak ada habisnya. Pertanyaan yang sering muncul ada bagaimana sistem perlindungan yang tepat untuk digunakan terutama perbedaan fall arrest dan fall restraint.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul menandakan bahwa baik dari individu hingga kelompok sudah menyadari pentingnya keselamatan saat bekerja di ketinggian. Lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Fall Arrest dan Fall Restraint

Fall arrest system adalah sebuah sistem perlindungan jatuh aktif yang dirancang untuk menghentikan seseorang yang sedang jatuh secara aman sebelum orang tersebut mengahntam permukaan.

Fall restraint adalah sistem yang dirancang untuk membatasi gerakan agar secara fisik tidak mungkin bisa mencapai area di mana ada risiko jatuh. Mudahnya, restraint menjaga pekerja untuk tetap di area aman (mencegah), sedangkan arrest menghentikan jatih (mengurangi dampak).

Perbedaan Fall Arrest dan Fall Restrain

Agar lebih mudah untuk membedakannya, perbedaan fall arrest dan fall restrain dapat dikenali lewat 5 perbedaan mulai dari i cara kerja sistem, risiko cedera, peralatan yang digunakan, dan yang lainnya.

1. Cara Kerja Sistem

Untuk fall arrest membatasi pergerakan pekerja agar tidak bisa mencapai tepi atau area berbahaya. Sistem ini mencegah jatuh sejak awal. Sedangkan, fall arrest bekerja saat pekerja sudah terjatuh. Sistem akan menahan tubuh pekerja sebelum menyentuh permukaan di bawahnya.

2. Risiko Cedera

Pada fall restraint, risiko jatuh bisa dihindari karena pekerja tidak sampai ke titik bahaya. Berbeda dengan fall arrest, risiko tetap ada namun dampaknya bisa diminimalisir oleh sistem penahan.

3. Peralatan yang Digunakan

Peralatan pada fall restraint system biasanya menggunakan lanyard dengan panjang terbatas yang terhubungng ke anchor tetap.  Sementara, fall arest menggunakan full body harness, lanyard dengan shock absorber atau lifeline, serta anchor point yang dirancang menahan beban jatuh.

4. Kebutuhan Ruang Jatuh (Clearance)

Jika fall arrest memerlukan perhitungan jarak aman di bawah pekerja agar tubuh tidak membentur permukaan. berbeda dengan fall restraint yang tidak membutuhkan ruang jatuh karena pekerja memang tidak mengalami jatuh bebas,

5. Tingkat Prioritas Penggunaan 

Dalam praktik keselamatan kerja, sistem yang mencegah jatuh biasanya lebih diutamakan dibanding sistem yang hanya menahan jatuh. Namun, jika risiko tidak bisa dihindari, fall arrest tetap diperlukan sebagai perlindungan terakhir.

Baca juga: Pentingnya Fall Protection System Saat Kerja di Ketinggian

Kapan Menggunakan Fall Arrest dan Kapan Menggunakan Fall Restraint?

Pemilihan sistem tergantung pada kondisi area kerja dan tingkat risiko yang ada. Fall restraint lebih tepat digunakan ketika area kerja masih memungkinkan untuk dibatasi secara aman. Misalnya pada atap datar atau platform kerja yang memiliki titik anchor tetap dan ruang gerak yang bisa dikontrol.

Sementara itu, fall arrest digunakan ketika pekerja memang harus mendekati tepi, bekerja di area terbuka tanpa pembatas, atau ketika risiko jatuh tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Sistem ini menjadi perlindungan terakhir jika jatuh benar-benar terjadi.

Singkatnya, jika risiko bisa dicegah → gunakan restraint.
Jika risiko tidak bisa dihindari → gunakan arrest

Risiko Jika Salah Memilih Sistem

Pemilihan sistem yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Menggunakan fall arrest tanpa perhitungan clearance yang tepat dapat menyebabkan pekerja tetap membentur permukaan di bawahnya.

Sebaliknya, penggunaan fall restraint tanpa pengaturan panjang lanyard yang benar tetap memungkinkan pekerja menjangkau tepi berbahaya. Karena itu, setiap sistem harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan direncanakan secara matang.

Loading