
Mengetahui seberapa besar arus listrik sangat penting bagi para teknisi maupun mekanik. Banyak sekali alat ukur listrik yang biasa digunakan memiliki tingkat penggunaan yang berbeda tergantung kebutuhan.
Hal ini karena setiap kebutuhan listrik berbeda-beda mulai dari instalasi, maintenance, hingga analisis sistem kelistrikan.Untuk itu, mengetahui setiap alat ukur ini dapat membantu pengguna dalam menggunakan alat yang tepat. Simak penjelasan lengkapnya.
9 Alat Ukur Listrik
Setiap alat ukur memiliki fungsinya masing-masing begitupun dengan alat kelistrikan. Penggunaan alat ukur ini tidak hanya digunakan di rumah saja, tetapi industri, bengkel, instalasi gedung, hingga pekerjaan teknis lainnya.
1. Multimeter Digital
Fungsi multimeter digital sendiri untuk mengukur berbagai keperluan mulai dari tegangan (Volt), arus (Ampere), dan hambatan (Ohm). Beberapa multimeter bahkan memiliki beberapa fitur untuk pengecekan kontinuitas kabel, pengukuran kapasitansi, hingga pengukuran frekuensi
2. Tang Ampere
Penggunaan tang ampere biasanya untuk mengukur arus listrik pada kabel tanpa perlu memutus atau melepas rangkaian. Alat ini sering digunakan untuk mengetahui seberapa besar arus yang mengalir pada instalasi listrik maupun perangkat elektronik.
3. Insulation Tester (Megger)
Alat ukur insulation tester atau megger berfungsi untuk mengukur nilai tahanan isolasi pada kabel dan peralatan listrik. Alat ini juga membantu memastikan kondisi isolasi masih dalam keadaan baik serta mendeteksi kemungkinan kebocoran arus pada sistem kelistrikan
4. Earth Tester
Selanjutnya fungsi earth tester digunakan untuk mengukur nilai tahanan grounding pada sistem kelistrikan. Hasil pengukurannya dapat digunakan untuk mengetahui apakah sistem grounding sudah memenuhi standar dan mampu mengalirkan arus gangguan dengan baik.
5. Test Pen
Fungsi test pen adalah untuk mengecek ada atau tidaknya aliran listrik pada suatu penghantar atau komponen listrik. Alat ini sering digunakan untuk pemeriksaan awal karena bentuknya sederhana dan mudah digunakan sebelum melakukan pekerjaan kelistrikan.
6. Oscilloscope
Alat ukur listrik lainnya yaitu oscilloscope berfungsi untuk menampilkan bentuk gelombang sinyal listrik dalam bentuk grafik pada layar. Biasanya yang menggunakan alat ini adalah teknisi dan engineer untuk melakukan analisis detail pada rangkaian listrik maupun elektronik
7. EMF Meter
Alat ukur ini sering digunakan pada lingkungan industri, ruang server, gardu listrik hingga area yang memiliki peralatan elektronik dalam jumlah besar. Umumnya digunakan untuk memantau tingkat medan elektromagnetik yang ada.
8. LCR Meter
Untuk mengetahui nilai induktansi, kapasitansi, dan resistensi pada suatu komponen LCR adalah salah satu jawabannya. Teknisi elektronik dan engineer adalah beberapa orang yang umumnya menggunakan LCR Meter untuk pengujian serta analisis komponen.
9. Watt Meter
Alat ukur lainnya yang berfungsi untuk mengukur daya listrik pada suatu perangkat atau instalasi adalah watt meter. Unit ini banyak dipakai oleh teknisi listrik, engineer, maupun tenaga maintenance untuk memantau konsumsi daya dan performa kelistrikan.
Baca juga: 7 Rekomendasi Multimeter Digital Terbaik
Tips Merawat Alat Ukur Listrik

Peralatan yang berhubungan dengan elektronik dan kelistrikan perlu dirawat dengan tepat agar tidak mudah terjadi kerusakan dan memperpanjang umur barang. Untuk mengetahui bagaimana cara penyimpanannya, simak penjelasan berikut.
Simpan di Tempat yang Kering
Simpan alat ukur listrik di tempat yang kering dan tidak lembab untuk membantu menjaga kondisi komponen elektronik di dalamnya. Kelembapan berlebih dapat mempengaruhi akurasi pengukuran dan mempercepat kerusakan alat.
Bersihkan Setelah Digunakan
Debu dan kotoran yang menempel sebaiknya dibersihkan secara berkala. Beberapa alat seperti alat ukur yang digunakan di area berdebut dan deket area kelistrikan akan lebih mudah kotor, maka dari itu penting untuk segera dibersihkan. Selain menjaga tampilan alat, langkah ini juga membantu menjaga fungsi tombol, layar, dan konektor tetap bekerja dengan baik.
Gunakan Sesuai Fungsinya
Setiap alat ukur listrik dirancang untuk kebutuhan pengukuran tertentu. Penggunaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi hasil pengukuran bahkan berisiko merusak alat. Pastikan menggunakan alat sesuai agar hasil pengukuran lebih tepat.
Periksa Kondisi Kabel dan Probe
Untuk alat ukur yang menggunakan probe atau kabel pengukuran, lakukan pemeriksaan secara berkala guna memastikan tidak terdapat kerusakan, sobekan, atau sambungan yang longgar.Jika alat pengukuran memiliki kerusakan, hasil dari pengukuran menjadi tidak akurat.
Kesimpulan
Setiap alat ukur listrik memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing mulai dari tespen, multimeter digital maupun analog, hingga LCR meter. Memastikan bahwa setiap kebutuhan memiliki alat ukur dengan kapasitasnya tersendiri agar hasil perhitungan lebih akurat dan aman untuk digunakan.
Berbagai alat ukur listrik dapat Anda beli melalui website resmi Indotekik.com. Tidak hanya itu, dapatkan juga berbagai jenis alat ukur industri lainnya untuk memenuhi kebutuhan proyek Anda, lengkap dengan penawaran harga kompetitif serta promo menarik yang sayang untuk dilewatkan.
![]()







