7 Cara Merawat Mesin Las Agar Tetap Optimal dan Bertahan Lama

Sebagai pemilik mesin las, memastikan mesin tetap berjalan dengan lancar merupakan hal penting. Namun, terkadang setelah menggunakan, beberapa pemilik lupa untuk merawatnya. Padahal cara merawat las juga turut menentukan umur mesin las.

Banyak yang ingin mesin las bisa awet dan tetap optimal dipakai selama bertahun-tahun tetapi tidak mengetahui cara merawat mesin las dengan tepat. Untuk itu, simak beberapa tips merawatnya dengan lengkap di sini. 

Cara Merawat Mesin Las

Pict by Canva.com

Banyak hal-hal sederhana yang mungkin pemilik lewatkan untuk menjaga mesin las tetap awet dan aman digunakan dalam waktu lama. Padahal, tanpa perawatan dan penggunaan yang tepat, mesin las bisa mengalami penurunan performa secara perlahan.

Bersihkan mesin secara rutin

Bisa menggunakan kuas halus atau blower untuk membersihkan debu terutama di bagian ventilasi mesin. Pastikan untuk menghindari penggunaan air saat membersihkannya, agar komponen tetap kering dan aman digunakan. 

Periksa kabel dan konektor

Biasa pada bagian kabel dan juga koneksi untuk memeriksa apakah ada kabel yang terkelupas, retak, maupun longgar pada bagian konektor. Jika terdapat kerusakan, maka perlu segera melakukan pergantian untuk menjaga mesin menghasilkan las yang stabil dan rapi.

Gunakan Sesuai Kapasitas

Setiap mesin las umumnya memiliki kapasitas yang berbeda-beda tergantung kebutuhan. Pastikan tidak melebihi kemampuan mesin las, untuk meminimalisir kerusakan akibat kelebihan kapasitas pada mesin las. 

Jaga Sirkulasi Udara

Mesin las sendiri menghasilkan panas pada mesinnya untuk bekerja. Pastikan mesin digunakan di tempat yang memiliki ventilasi baik dan tidak tertutup, agar suhu tetap stabil dan performa mesin tetap optimal.

Matikan Mesin Setelah Digunakan

Mungkin beberapa pengguna merasa bahwa membiarkan mesin tetap menyala bukan masalah besar, terutama jika akan digunakan kembali. Nyatanya, dengan mematikan mesin dengan benar setelah digunakan tidak hanya menghemat daya tetapi juga membantu komponen dalam kondisi baik. 

Simpan di tempat kering

Penyimpanan mesin las tidak bisa sembarangan, karena tentu akan mempengaruhi kerja komponen terutama jika bekerja di tempat lembab.  Sebaiknya simpan mesin di tempat yang kering, bersih, dan terlindung dari debu agar kondisinya tetap terjaga saat akan digunakan kembali.

Periksa secara berkala

Meskipun terkadang mesin las terlihat baik-baik saja, pemilik perlu memastikan keadaan komponen tidak bermasalah. Melakukan pemeriksaan secara berkala dapat membantu mendeteksi secara dini. 

Baca juga: 11 Rekomendasi Mesin Las 450 Watt Terbaik untuk Pengelasan

Tanda Mesin Las Perlu Dicek

Pict by Canva.com

Seringkali pemilik tidak menyadari bahwa ada yang salah pada mesinnya dan baru menyadarinya ketika tanda-tanda tersebut semakin parah.Hal ini tentu akan merugikan pemilik mesin las terlambat menangani.

Arus tidak stabil

Arus yang tidak konsisten dapat mengganggu proses pengelasan dan menghasilkan sambungan yang kurang maksimal. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan kabel atau komponen internal yang mulai bermasalah. 

Hasil las tidak rapi

Saat mengetahui hasil las tidak maksimal, mungkin penyebabnya bukan karena skill pengguna yang kurang. Kondisi ini bisa saja terjadi karena ada masalah performa mesin atau pengaturan arus yang tidak sesuai sehingga hasil las yang dihasilkan kurang maksimal. 

Mesin sering mati sendiri

Beberapa pemilik mungkin pernah mengalami kejadian mesin las sering mati saat digunakan. Umumnya hal ini terjadi karena adanya gangguan pada sistem kelistrikan atau fitur pengaman yang aktif karena suhu terlalu tinggi.

Mesin cepat panas

Jika mesin cepat panas meski baru digunakan sebentar, kemungkinan ada masalah pada sirkulasi udara atau penggunaan yang melebihi kapasitas mesin. Untuk itu, memahami tanda -tanda mesin las dapat meminimalisir kerusakan yang akan terjadi. 

 

Loading