Home » Tips & Panduan » 7 Perbedaan Genset Diesel dan Bensin, Mana Lebih Bagus?

7 Perbedaan Genset Diesel dan Bensin, Mana Lebih Bagus?

Genset menjadi mesin yang penting untuk berbagai kebutuhan mulai dari menyediakan listrik hingga cadangan listrik dari rumah hingga sebagai pendukung operasional usaha dan industri. Meski begitu, bagi orang awam, perbedaan genset diesel dan bensin sedikit akan menyulitkan pengguna.

Meski memiliki fungsi yang sama, terdapat beberapa perbedaan di dalamnya. Mulai dari bahan bakar hingga perawatannya. Supaya tidak salah memilih, berikut beberapa perbedaan mengenai genset diesel dan bensin.

Apa Itu Genset Diesel dan Genset Bensin?

Genset diesel adalah generator set yang digerakan menggunakan bahan bakar solar untuk menghasilkan energi listrik. Jenis genset ini umumnya digunakan untuk kebutuhan listrik berkapasitas besar. Biasanya digunakan untuk kebutuhan operasional gudang hingga industri.

Sementara genset bensin, generator yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin sebagai penggeraknya. Biasanya genset ini banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, hingga kegiatan di luar ruangan.

7 Perbedaan Genset Diesel dan Bensin

Meskipun sama-sama berfungsi menghasilkan energi listri, tetapi kedua genset tersebut memiliki beberapa perbedaan. Hal ini sangat berpebngaruh pada budget yang dikeluarkan. Berikut beberapa perbedaan genset diesel vs bensin.

Jenis Bahan Bakar

Perbedaan utama terletak pada jenis bahan bakar yang digunakan, yaitu solar untuk genset diesel dan bensin untuk genset bensin. Mesin diesel mengandalkan tekanan kompresi tinggi untuk proses pembakaran, sedangkan mesin bensin menggunakan percikan api dari busi.

Konsumsi Bahan Bakar

Dari segi efisiensi, mesin diesel umumnya lebih hemat bahan bakar dibandingkan mesin bensin untuk menghasilkan energi listrik yang setara. Hal ini membuat genset diesel lebih ekonomis dalam penggunaan jangka panjang, terutama saat beroperasi dengan beban yang sesuai.

Harga Pembelian

Jika dilihat dari harga, genset bensin biasanya lebih terjangkau dibandingkan genset diesel dengan kapasitas setara. Harga genset diesel cenderung lebih tinggi karena konstruksi mesinnya lebih kokoh dan sistem bahan bakarnya lebih kompleks.

Daya Tahan Mesin

Untuk penggunaan intensif, genset diesel umumnya memiliki daya tahan yang lebih baik karena dirancang untuk menangani beban berat dan jam operasional panjang. Sementara itu, genset bensin lebih sering digunakan sebagai sumber listrik cadangan atau untuk kebutuhan sesekali.

Biaya dan Perawatan

Dalam hal perawatan, mesin diesel membutuhkan pemeriksaan oli, filter solar, dan sistem injeksi yang biaya perbaikannya dapat lebih mahal. Sebaliknya, perawatan genset bensin berukuran kecil umumnya lebih sederhana, seperti mengganti oli, memeriksa busi, dan membersihkan karburator pada model tertentu.

Tingkat Kebisingan

Suara mesin menjadi salah satu pertimbangan saat memilih genset. Tipe diesel terbuka umumnya menghasilkan suara dan getaran lebih besar dibandingkan genset bensin berukuran kecil, meskipun keduanya tersedia dalam pilihan tipe silent untuk mengurangi kebisingan.

Kapasitas dan Penggunaan

Berdasarkan penggunaannya, genset diesel banyak dipilih untuk kebutuhan listrik berkapasitas besar, seperti pabrik, gedung komersial, dan proyek konstruksi. Di sisi lain, genset bensin lebih umum digunakan untuk rumah tangga, usaha kecil, dan kegiatan luar ruangan karena banyak tersedia dalam ukuran ringkas.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Genset untuk Elektronik Rumah Tangga

Kelebihan dan Kekurangan Genset Diesel dan Bensin

Setiap jenis genset memiliki keunggulan dan keterbatasan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Berikut kelebihan dan kekurangan genset diesel serta bensin berdasarkan karakteristik penggunaannya.

Kelebihan Genset Diesel

Penggunaan genset diesel menawarkan beberapa keuntungan, terutama untuk kebutuhan listrik berskala besar dan operasional rutin, antara lain:

  • Lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.
  • Cocok untuk operasional dalam waktu lama.
  • Memiliki konstruksi mesin yang kokoh.
  • Tersedia dalam pilihan kapasitas daya besar.
  • Tidak memerlukan busi pengapian.

Kekurangan Genset Diesel

Meskipun memiliki daya tahan yang baik, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan sebelum memilih genset diesel, yaitu:

  • Harga pembelian relatif lebih mahal.
  • Ukuran dan bobot mesin cenderung besar.
  • Suara dan getaran mesin bisa lebih tinggi.
  • Perbaikan sistem injeksi dapat membutuhkan biaya besar.
  • Kurang praktis untuk kebutuhan yang sering berpindah tempat.

Kelebihan Genset Bensin

Bagi pengguna rumah tangga atau usaha kecil, genset bensin memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya lebih praktis digunakan, seperti:

  • Harga pembelian relatif terjangkau.
  • Banyak tersedia dalam ukuran ringkas.
  • Lebih mudah dipindahkan pada model portabel.
  • Perawatan mesin kecil umumnya lebih sederhana.
  • Tersedia pilihan inverter dengan suara lebih senyap.

Kekurangan Genset Bensin

Di balik kemudahan penggunaannya, genset bensin juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu dipertimbangkan, di antaranya:

  • Konsumsi BBM umumnya lebih tinggi untuk energi listrik yang setara.
  • Kurang ekonomis untuk operasional intensif dalam waktu lama.
  • Memerlukan pemeriksaan busi secara berkala.
  • Bensin yang disimpan terlalu lama dapat menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar.
  • Banyak model portabel tidak dirancang untuk penggunaan terus-menerus.

Apakah Genset Bensin Bisa Menggunakan Pertalite?

Picture by Canva.com

Genset bensin bisa menggunakan Pertalite selama spesifikasi mesinnya mendukung bahan bakar dengan angka oktan RON 90. Namun, tidak semua genset bensin cocok menggunakan Pertalite karena beberapa mesin membutuhkan bensin dengan angka oktan lebih tinggi.

Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksa rekomendasi bahan bakar dalam buku panduan genset. Menggunakan bensin dengan oktan di bawah kebutuhan mesin dapat menyebabkan knocking atau pembakaran tidak normal yang berisiko mengganggu performa mesin.

Lebih Bagus Genset Diesel atau Bensin?

Pemilihan genset diesel atau bensin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan listrik, frekuensi penggunaan, dan anggaran yang tersedia. Keduanya dapat menjadi pilihan yang tepat untuk kondisi penggunaan yang berbeda.

Untuk kebutuhan rumah tangga, toko kecil, atau listrik cadangan sesekali, genset bensin umumnya lebih praktis karena harga pembeliannya relatif terjangkau dan tersedia dalam ukuran portabel.

Sementara itu, genset diesel lebih cocok untuk kebutuhan industri, proyek konstruksi, atau usaha yang memerlukan pasokan listrik berkapasitas besar dalam waktu lama. Efisiensi bahan bakarnya dapat membantu menekan biaya operasional pada penggunaan intensif.

FAQ Seputar Genset Diesel dan Bensin

Mana yang Lebih Bagus, Genset Solar atau Bensin?
▼
Genset solar lebih cocok untuk penggunaan intensif dan kebutuhan listrik berkapasitas besar karena umumnya lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar. Sementara itu, genset bensin lebih sesuai untuk rumah tangga dan penggunaan sesekali karena harga awalnya relatif terjangkau.
Apakah Genset Bensin Bisa Pakai Pertalite?
▼
Bisa, selama mesin genset mendukung bensin dengan angka oktan RON 90. Namun, tidak semua genset bensin cocok menggunakan Pertalite, sehingga penting untuk memeriksa rekomendasi bahan bakar dari produsen agar tidak mengganggu performa mesin.
Genset Bensin Apakah Boros?
▼
Genset bensin umumnya lebih boros dibandingkan genset diesel untuk menghasilkan energi listrik yang setara. Meski begitu, konsumsi bahan bakar sebenarnya bergantung pada kapasitas mesin, beban listrik, dan durasi penggunaan.
Di Mana Beli Genset Diesel dan Bensin?
▼
Anda bisa membeli genset diesel maupun bensin di Indoteknik.com untuk berbagai kebutuhan, mulai dari listrik cadangan rumah tangga hingga operasional usaha dan industri. Kunjungi Indoteknik.com untuk melihat pilihan genset yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan daya listrik Anda.

Loading