Home » Masalah & Solusi » Stang Motor Berat saat Digunakan? Ini Penyebab dan Solusinya

Stang Motor Berat saat Digunakan? Ini Penyebab dan Solusinya

Pernahkah Anda mengalami kejadian stang motor berat saat berkendara? Kejadian tersebut mungkin pernah menimpa beberapa pengendara saat stang digerakan. Umumnya, hal tersebut terjadi karena ada beberapa komponen yang bermasalah.

Komponen yang bermasalah ini sering tidak disadari pengguna karena motor masih bisa digunakan. Padahal, hal tersebut sangatlah berbahaya jika tidak segera diperbaiki. Hal ini bisa mencelakai pengendara hingga orang lain saat di jalan. Lebih lengkapnya simak penyebab dan cara mengatasinya. 

Penyebab Stang Motor Berat

Picture by Canva.com

Setiap masalah yang terjadi pada motor biasanya berkaitan dengan kondisi beberapa komponen tertentu. Pengguna mungkin awalnya tidak menyadari hal tersebut hingga keadaan stang semakin memburuk dan tidak nyaman saat digunakan. 

Komstir Terlalu Kencang

Setelan komstir yang terlalu rapat dapat membuat pergerakan stang terasa seret saat dibelokkan. Gejalanya biasanya lebih terasa ketika motor berjalan pelan atau saat stang diputar dari posisi lurus. Penyetelan ulang diperlukan agar gerak kemudi kembali lebih ringan.

Bearing Komstir Aus atau Seret

Pergerakan stang yang halus sangat bergantung pada kondisi bearing komstir. Saat bearing mulai aus, kering, atau seret, kemudi dapat terasa berat dan kurang responsif. Dalam beberapa kasus, putaran stang juga terasa tersendat.

Tekanan Angin Ban Depan Kurang

Ban depan dengan tekanan udara yang rendah memiliki bidang kontak lebih besar dengan permukaan jalan. Hal tersebut membuat roda lebih sulit diarahkan dan stang terasa berat, terutama saat kecepatan rendah. Tekanan ban sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi motor.

Ban Depan Aus atau Tidak Normal

Permukaan ban yang sudah aus tidak merata, benjol, atau berubah bentuk dapat memengaruhi arah roda depan. Akibatnya, kemudi terasa kurang nyaman dan membutuhkan tenaga lebih saat diarahkan. Kondisi tapak dan bentuk ban perlu diperiksa secara menyeluruh.

Fork Depan Tidak Sejajar

Benturan atau pemasangan yang kurang tepat dapat membuat posisi fork depan tidak lagi sejajar. Saat posisi roda dan fork berubah, gerakan kemudi bisa ikut terganggu dan terasa lebih berat. Masalah ini juga membuat stang berat ke kanan maupun sebaliknya. 

Velg Depan Bermasalah

Velg yang peyang atau berubah bentuk dapat mengganggu putaran roda depan saat motor dikendarai. Efeknya bisa terasa pada kemudi yang kurang stabil dan lebih sulit diarahkan. Pemeriksaan perlu dilakukan terutama setelah motor menghantam lubang atau mengalami benturan.

Kabel atau Selang Menghambat Gerakan Stang

Jalur kabel dan selang di sekitar kemudi juga bisa menjadi penyebab stang terasa berat. Posisi yang terlalu tegang, terjepit, atau tersangkut dapat membatasi gerakan ketika stang diputar. Gejala ini biasanya lebih terasa saat membelok penuh ke salah satu sisi, sehingga stang akan terasa berat ke kiri maupun sebaliknya. 

Pelumasan Komponen Kemudi Berkurang

Gesekan pada bagian kemudi dapat meningkat ketika pelumas mulai berkurang atau mengering. Akibatnya, pergerakan antar-komponen menjadi kurang lancar dan stang terasa lebih seret. Pelumasan perlu dilakukan sesuai kondisi dan jenis komponen yang digunakan.

Cara Mengatasi Stang Motor Berat

Picture by Canva.com

Mengatasi masalah stang motor berat sebenarnya bisa dimulai dari mengecek beberapa komponen yang menjadi sumber masalahnya. Setelah mengetahui penyebabnya, begini cara mengatasi stang motor berat. 

Periksa Tekanan Ban Depan

Langkah awal bisa dimulai dari mengecek tekanan angin pada ban depan. Tekanan yang terlalu rendah membuat bidang kontak ban dengan jalan semakin besar sehingga stang terasa lebih berat saat diarahkan. Jika diperlukan, gunakan tire pressure gauge untuk memastikan tekanannya sesuai rekomendasi.

Cek dan Setel Komstir

Setelan komstir yang terlalu rapat dapat membuat gerakan stang terasa seret. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan mengangkat bagian depan motor lalu memutar stang ke kanan dan kiri untuk melihat kelancarannya. Jika perlu penyetelan, gunakan kunci atau socket dengan ukuran yang sesuai.

Periksa Bearing Komstir

Gerakan stang yang tidak halus juga bisa berasal dari bearing komstir yang aus atau seret. Coba rasakan apakah terdapat bagian yang tersendat saat stang diputar perlahan. Jika kondisinya masih baik tetapi pelumas mulai berkurang, lakukan pelumasan ulang.

Cek Kondisi Ban dan Velg

Permukaan ban yang aus tidak merata atau velg yang peyang dapat memengaruhi arah roda depan. Periksa kondisi tapak ban, bentuk velg, serta kemungkinan adanya benjolan atau kerusakan setelah terkena benturan. Jika terlihat tidak normal, lakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.

Periksa Posisi Fork Depan

Fork kiri dan kanan perlu berada dalam posisi sejajar agar roda depan dapat bergerak dengan normal. Ketidaksejajaran bisa terjadi setelah motor terjatuh, menghantam lubang, atau mengalami benturan. Posisi fork yang tidak tepat dapat membuat stang terasa berat ke salah satu sisi.

Cek Jalur Kabel dan Selang

Putar stang penuh ke kanan dan kiri sambil memperhatikan jalur kabel gas, kabel kelistrikan, serta selang rem. Pastikan tidak ada bagian yang terlalu tegang, terjepit, atau tersangkut ketika stang bergerak. Atur kembali jalurnya jika ditemukan hambatan.

Lakukan Pelumasan Jika Diperlukan

Gesekan pada komponen kemudi dapat meningkat ketika grease mulai mengering atau berkurang. Berikan pelumas pada bagian yang memang membutuhkan sesuai jenis komponennya. Produk grease seperti Rexco bisa digunakan untuk membantu menjaga pergerakan komponen tetap lebih halus

Berapa Biaya Perbaikan Stang Motor yang Goyang?

Biaya perbaikan stang motor yang goyang tergantung penyebabnya. Jika hanya membutuhkan penyetelan komstir, biayanya bisa mulai sekitar Rp20.000–Rp75.000, sedangkan penggantian bearing komstir beserta jasa umumnya berada di kisaran Rp150.000–Rp400.000. 

Jika masalah berasal dari komponen lain seperti fork, velg, bearing roda, atau kaki-kaki, biaya bisa berbeda dan lebih tinggi hingga Rp1.000.000 . Karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui sumber masalahnya sebelum mengganti komponen.

Loading