Bedanya Pompa Pendorong dan Pompa Biasa? Cek Selengkapnya

Picture by Canva.com

Pompa air menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan distribusi air, baik di rumah, gedung, maupun area komersial dan industri. Namun, tidak semua pompa memiliki fungsi yang sama. Salah satu yang cukup sering membingungkan adalah perbedaan antara pompa pendorong dan pompa air biasa

Meski sama-sama digunakan untuk mengalirkan air, keduanya memiliki fungsi, cara kerja, dan penggunaan yang berbeda. Memilih jenis pompa yang tepat penting agar aliran air tetap optimal sekaligus menghindari penggunaan pompa yang tidak sesuai kebutuhan. 

Pompa Pendorong

Pompa pendorong atau booster pump adalah jenis pompa yang digunakan untuk meningkatkan tekanan air pada jaringan perpipaan. Pompa ini biasanya dipasang ketika aliran air sudah tersedia, tetapi tekanannya masih terlalu lemah untuk digunakan secara optimal.

Fungsi utamanya adalah membantu menjaga tekanan air agar tetap kuat dan stabil, terutama saat digunakan di beberapa titik sekaligus. Pompa pendorong banyak digunakan untuk kebutuhan rumah, gedung, hotel, restoran, hingga fasilitas komersial lainnya.

Pompa Air Biasa adalah

Pompa air biasa adalah pompa yang digunakan untuk mengambil, memindahkan, atau mengalirkan air dari satu sumber ke tempat lain. Sumber air tersebut dapat berasal dari sumur, tangki, kolam, reservoir, maupun tempat penyimpanan air lainnya.

Fungsi utamanya adalah membantu proses pemindahan air sesuai kebutuhan, seperti mengisi toren, mengalirkan air ke area tertentu, atau mengambil air dari sumber. Jenis pompa ini tersedia dalam berbagai kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.

Tabel Perbedaan Pompa Booster dan Pompa Air Biasa 

Umumnya  terdapat beberapa perbedaan yang cukup mencolok antara pompa booster dan pompa air biasa, terutama dari fungsi, cara kerja, hingga penggunaannya. Agar lebih mudah menentukan jenis pompa yang sesuai dengan kebutuhan, berikut perbandingan keduanya

Aspek Pompa Pendorong Pompa Air Biasa
Fungsi Meningkatkan tekanan air Mengambil dan memindahkan air
Cara Kerja Mendorong air yang sudah tersedia Menghisap dan mengalirkan air dari sumber
Sumber Air Biasanya dari toren atau jaringan pipa Sumur, tangki, kolam, atau reservoir
Tekanan / Head Lebih fokus pada peningkatan tekanan Disesuaikan dengan kebutuhan hisap dan dorong
Lokasi Pemasangan Setelah toren atau pada jaringan distribusi Dekat sumber air
Penggunaan Shower, keran, gedung, hotel Isi toren, sumur, transfer air

Cara Memilih Pompa Pendorong 

Memilih pompa pendorong tidak cukup hanya melihat besar daya motornya. Kapasitas pompa perlu disesuaikan dengan kebutuhan tekanan, jumlah titik penggunaan, serta kondisi instalasi air agar aliran tetap stabil dan pompa dapat bekerja secara optimal. 

  • Cek head maksimum – Pastikan kemampuan dorong pompa sesuai dengan ketinggian dan jarak distribusi air.
  • Perhatikan debit air – Pilih debit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air dalam waktu yang bersamaan.
  • Hitung jumlah titik penggunaan – Semakin banyak keran atau shower yang digunakan, semakin besar kapasitas pompa yang dibutuhkan.
  • Perhatikan daya listrik – Sesuaikan konsumsi daya pompa dengan kapasitas listrik yang tersedia.
  • Pilih sistem otomatis – Sistem otomatis membuat pompa bekerja saat air digunakan dan berhenti ketika aliran ditutup.
  • Sesuaikan ukuran inlet dan outlet – Ukuran sambungan pipa harus sesuai agar aliran air tetap optimal.
  • Perhatikan tekanan kerja – Pastikan tekanan pompa sesuai dengan kebutuhan instalasi dan tidak melebihi kemampuan pipa.

Cara Memilih Pompa Air Biasa

Berbeda dengan pompa pendorong, pemilihan pompa air biasa lebih banyak mempertimbangkan kondisi sumber air dan jarak pemindahannya. Pompa yang digunakan untuk mengambil air dari sumur tentu memiliki kebutuhan spesifikasi yang berbeda den

  • Kedalaman sumber air – Sesuaikan jenis pompa dengan kedalaman sumber air yang akan diambil.
  • Tinggi dorong – Perhatikan seberapa tinggi air perlu didorong dari pompa ke titik tujuan.
  • Tinggi hisap – Pastikan kemampuan hisap pompa sesuai dengan jarak vertikal dari sumber air.
  • Debit – Pilih kapasitas aliran air yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
  • Ukuran pipa – Sesuaikan diameter pipa dengan ukuran inlet dan outlet pompa agar aliran tetap optimal.
  • Daya motor – Pilih tenaga motor yang cukup untuk menghasilkan performa sesuai kebutuhan.
  • Sumber tenaga listrik atau bensin – Gunakan pompa listrik untuk area dengan suplai listrik stabil, sedangkan pompa bensin lebih fleksibel untuk lokasi tanpa listrik.

Baca juga: Pompa Air Berdengung dan Panas? Segera Cek Solusinya

Rekomendasi Pompa Pendorong

Shimizu Booster Pump PB-228 BIT

SHIMIZU PB-228 BIT adalah pompa booster yang dirancang untuk membantu menjaga tekanan air dari toren agar tetap stabil saat dialirkan ke berbagai titik kran di dalam rumah. Pompa ini memiliki daya output 200 Watt dengan daya input 400 Watt.

Spesifikasi Nilai
Output (W) 200
Input (kW) 0,40
Daya Dorong Max (m) 33
Kapasitas Max (liter/min) 40
Pipa Outlet (Inch) 1
Pipa Inlet (Inch) 1
Flow Switch On 3 L/min
Maks. Temperatur Air 40°C
Kelas Proteksi Pompa (IP) IPX4
Capacitor 16 μF 450 V
Jumlah Titik Keluaran Air (kran) 6
Berat (Kg) 9
Garansi 3 Tahun (Motor)

Rekomendasi Pompa Biasa

Shimizu Pompa Air Otomatis PS-135E

Pompa SHIMIZU PS-135 E dilengkapi small tank dengan EDP Coating agar lebih tahan karat. Motornya menggunakan 100% kawat tembaga serta Thermal Protector yang otomatis memutus arus saat terjadi overheat untuk membantu melindungi motor.

Spesifikasi Nilai
Output (W) 125 W
Input (kW) 0.33 kW
Daya Hisap Max (m) 9 m
Total Head Max (m) 30 m
Kapasitas Max (L/min) 31 L/min
Head (m) 5 | 20
Kapasitas (liter/min) 28 | 10
Pipa Hisap (Inch) 1 inch
Pipa Dorong (Inch) 1 inch
Berat (Kg) 8 Kg
Garansi 3 Tahun (Motor)

 

Loading