Arti Warna Tungsten dan Masing-Masing Keunggulannya

Tungsten terkenal sebagai salah satu komponen dalam pengelasan, terutama pada proses TIG. Namun, masih belum banyak yang menyadari bahwa tungsten tidak hanya tersedia dalam satu warna. Arti warna tungsten menunjukkan jenis, komposisi, serta karakteristiknya. 

Berikut ini adalah beberapa warna tungsten beserta keunggulannya yang perlu diketahui sebelum digunakan agar hasil pengelasan tetap optimal. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini. 

Arti Warna Tungsten

Umumnya tungsten memiliki beberapa warna dengan tujuan berbeda-beda. Setiap warna menunjukkan komposisi dan karakteristik yang mempengaruhi performa saat digunakan. Berikut 5 warna pada tungsten. 

Tungsten Hijau (Pure Tungsten) 

Jenis tungsten hijau merupakan tungsten tanpa campuran yang umum digunakan pada arus AC, terutama untuk pengelasan aluminium. Keunggulannya terletak pada busur yang stabil dengan ujung elektroda yang cenderung membulat secara alami, sehingga cocok untuk penggunaan dasar.

Tungsten Merah (Thoriated)

Warna merah pada tungsten menunjukan kandungan thorium yang membuatnya lebih mudah menghasilkan busur yang stabil, terutama pada arus DC. Jenis ini sering digunakan untuk pengelasan baja karena daya tahan yang stabil, Meskun perlu penanganan yang tepat karena mengandung unsur radioaktif

Tungsten Biru (Lanthanated)

Kandungan lanthanum memberikan stabilitas busur yang baik dan mudah dinyalakan. Sifatnya yang fleksibel membuat tungsten ini bisa digunakan pada arus AC dan DC. Memiliki daya tahan yang lebih lama membuatnya cocok untuk berbagai pengelasan.

Tungsten Abu-Abu (Ceriated) 

Jenis tungsten ini cocok untuk pekerjaan ringan atau material tipis karena mengandung cerium di dalamnya. Ini membuat tungsten abu-abu lebih mudah menghasilkan busur pada arus rendah dan memberikan kontrol yang baik. Meskipun kurang optimal pada arus tinggi.

Tungsten Emas (Rare Earth)

Tungsten emak merupakan jenis tungsten campuran yang memiliki beberapa unsur untuk membuat penggunaan yang lebih stabil. Fleksibilitasnya dapat digunakan arus seperti AC maupun DC, serta memiliki daya tahan yang baik sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan pengelasan.

Baca juga: Kenali Perbedaan Mesin Las 450 Watt dan 900 Watt

Cara Memilih Warna Tungsten yang Tepat 

Memilih warna tungsten yang tepat bisa mempengaruhi dalam proses pengelasan. Setiap warna memiliki karakteristik yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan jenis arus dan material yang digunakan

AC

Untuk pengelasan dengan arus AC, seperti pada aluminium, tungsten hijau (pure) atau putih (zirconiated) biasanya lebih cocok digunakan. Jenis ini mampu menghasilkan busur yang stabil pada arus bolak-balik. Pemilihannya membantu menjaga hasil las tetap bersih dan optimal.

DC

Pada arus DC, tungsten merah (thoriated) atau biru (lanthanated) lebih sering digunakan karena memiliki stabilitas busur yang baik. Jenis ini cocok untuk material seperti baja dan stainless steel. Hasilnya cenderung lebih rapi dan mudah dikontrol.

Serbaguna

Saat membutuhkan fleksibilitas, tungsten biru atau emas (rare earth) bisa menjadi pilihan karena dapat digunakan untuk AC maupun DC. Jenis ini menawarkan performa yang stabil di berbagai kondisi. Cocok untuk pengguna yang mengerjakan berbagai jenis pengelasan.

Kesimpulan

Warna tungsten memiliki arti penting dalam menentukan jenis dan performa saat digunakan pada proses pengelasan. Setiap warna menunjukkan karakteristik yang berbeda, mulai dari jenis arus hingga stabilitas busur yang dihasilkan.

Loading