Pentingnya Developer dalam Proses Dye Penetrant Testing

Picture by Canva.com

Developer dalam proses dye penetrant testing (PT) sangarlah penting karena berfungsi membantu menampilkan indikasi keretakan atau cacat halus pada permukaan material. Dalam proses inspeksi, developer bekerja dengan menarik cairan penetrant ke dalam retakan. 

Penggunaan developer juga perlu tepat agar proses inspeksi lebih optimal terutama dalam mendeteksi cacat permukaan seperti retakan, porositas atau keocoran pada material atau sambungan las. Maka dari itu, mengetahui fungsi, jenis, dan perannya akan sangat membantu.

Apa Itu Dye Penetrant Testing

Dye Penetrant Testing adalah salah satu metode metode Non-Destructive Testing (NDT) yang digunakan untuk mendeteksi cacat pada permukaan material tanpa merusak benda yang diuji. Metode ini umumnya digunakan untuk menemukan berbagai masalah pada material dan sambungan las. 

Metode ini bekerja dengan memanfaatkan cairan penetrant untuk membantu mendeteksi retakan atau cacat kecil pada permukaan material. Setelah proses penetrant dilakukan, developer digunakan untuk membantu menampilkan indikasi cacat agar lebih mudah terlihat saat proses inspeksi berlangsung.

Fungsi Developer dalam Penetrant Test

developer dalam proses dye penetrant

Mengapa inspektor tidak bisa langsung melihat retakan pada material setelah sisa cairan penetrant dibersihkan? Jawabannya adalah teknisi membutuhkan developer untuk melihat indikasi cacat pada material lebih jelas.. Lebih lengkapnya simak fungsi developer dalam penetrant test.

Menarik Penetrant Keluar

Developer membantu menarik cairan penetrant yang masih terperangkap di dalam retakan atau cacat permukaan material sehingga indikasi dapat muncul kembali pada permukaan. Dengan begitu, cacat pada material dapat terlihat lebih jelas saat proses inspeksi dilakukan.

Menciptakan Kontras

Developer membentuk lapisan berwarna putih yang membantu menciptakan kontras terhadap cairan penetrant berwarna merah agar indikasi cacat lebih mudah terlihat saat proses inspeksi. Kontras tersebut membantu proses pemeriksaan menjadi lebih optimal.

Membantu Indikasi Cacat Terlihat

Penggunaan developer membantu memperjelas indikasi cacat seperti retakan maupun porositas pada permukaan material sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan lebih optimal. Hal ini juga membantu inspektor dalam melakukan identifikasi cacat pada material.

Baca juga: Kenali Perbedaan Destructive Test dan Non Destructive Test

Jenis-Jenis Developer pada PT

developer dalam proses dye penetrant

Mengingat kebutuhan di lapangan berbeda-beda, cairan developer dalam proses dye penetrant testing tidak hanya dibuat dalam bentuk saja. Umumnya teknisi mengenal jenis empat developer utama yang dibutuhkan untuk setiap metode pengaplikasian.

 Dry developer

Untuk jenis developer berbentuk serbuk kering yang diaplikasikan pada permukaan material setelah proses penetrant dilakukan. Jenis ini umum digunakan untuk inspeksi fluoresen karena memberikan kontras yang baik saat proses pemeriksaan.

Water-Soluble Developer

Selanjutnya bentuknya adalah serbuk yang biasanya dilarutkan ke dalam air sebelum digunakan. Penggunaannya dapat dilakukan dengan memakai metode pencelupan atau penyemprotan pada permukaan material.

Water-Suspendable Developer

Jenis ini merupakan developer berbentuk serbuk kering yang harus dicampur ke dalam air terlebih dahulu hingga membentuk suspensi (partikel bubuk melayang merata di dalam air). Karena pengaplikasiannya biasa menggunakan sistem celup di dalam tangki, Water-Suspendable Developer sangat ideal dan ekonomis untuk kebutuhan inspeksi komponen dalam skala besar atau massal.

Non-Aqueous Wet Developer

Non-aqueous wet developer merupakan developer berbasis solvent yang umumnya dikemas dalam bentuk aerosol spray. Jenis developer ini banyak digunakan karena mampu membantu menghasilkan kontras visual yang lebih jelas saat proses inspeksi penetrant test dilakukan. Salah satu contohnya yaitu Magnaflux SKD-S2 Developer yang umum digunakan pada proses inspeksi Dye Penetrant Testing.

Loading